Pusling Tujuh Keliling

Yup Akhirnya sampai didermaga tanpa harus berbasah-basah ria. ini bukan kali pertama kunjungan saya ke Wailulu. Rutinitas bulanan. Saya bersama tim dari Puskesmas Saleman biasa mengadakan Pelayanan kesehatan (Pusling) di Wailulu dan sekitarnya. Kapasitas saya disana sebagai dokter, dan apesnya, saya dokter satu satunya di Puskesmas Saleman. Jadi, sebuah keharusan tak tertulis untuk selalu aktif ikut Pusling.
Wailulu, salah satu desa di wilayah kerja puskesmasku. "Sebuah kebetulan" yang terintegrasi dengan "Segumpal keapesan", Wailulu terletak dipulau tersendiri. Kenapa demikian? Gara-gara ikut pusling ke Wailulu-lah saya bolak-balik merasakan naik ketinthing.

FYI, kethinting adalah Alat transportasi laut sejenis perahu kecil, bermesin, yang rata-rata berkapasitas 5-8 penumpang. Apakah para penumpangnya duduk di bangku reclining seat dan dilengkapi AC..??hahaha Jangankan duduk, untuk bergerak saja perahu tersebut goyang kanan kiri serasa mau karam. Dan kalau pas dapat jackpot musim ombak, turun dari kethinting, para penumpang diwajibkan mandi besar. Basah semua.

Naik kethinting kalau pas kebetulan Laut tenang dan orang yang "bawa" lihai, sebuah kenikmatan tersendiri. Deru suara mesin, berpadu dengan suara riuh air laut sungguh pengalaman yang mengasikkan.
Lain halnya jika perjalanan dengan kethinting ditemani banyak penumpang dan sarat barang bawaan. Bibir perahu dengan air yang berjarak kurang dari sejengkal. Ombak yang tak mau tahu mengantam badan perahu dari kiri dan kanan. Waduh lengkap sudah derita.


Buka yang lain...

0 Komen penuh makna..:



Blog ini merupakan tempat menumpahkan unek-unek,ocehan dan libido ngeblog yang gak jelas. Sesuai dengan disclaimer, Isi blog ini merupakan pandangan pribadi saya. Segala tulisan yang dibuat kadang sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Hiperlink yang gak bisa diakses lagi adalah diluar kemampuan saya. Harap dimaklum juga, kalo banyak komentar yang gak di jawab. Silahkan berkomentar, mencaci dengan santun dan ikhlas..

Poskan Komentar